BI Menahan Suku Bunga Pada 4% Untuk Memastikan Stabilitas Rupiah

Menurut berita forex hari ini SAHAM Bank Indonesia (BI) telah memutuskan untuk tidak mengubah suku bunga untuk menjaga stabilitas pasar keuangan akibat pelemahan ekonomi yang disebabkan oleh virus corona saat ini dan kekhawatiran independensi bank sentral atas mata uang tersebut.

Suku bunga referensi pada operasi pembelian terbalik tujuh hari akan tetap pada 4%, sementara suku bunga deposito dan pinjaman akan dipertahankan pada 3,25 dan 4,75%, kata bank sentral setelah pertemuan kebijakan. dua hari Kamis,

Keputusan itu mempertimbangkan kebutuhan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupee di tengah ekspektasi inflasi yang rendah,” kata Gubernur BI Perry Warjiyo kepada wartawan pada konferensi pers, Kamis. BI akan mengambil langkah-langkah kuantitatif melalui penyediaan likuiditas, termasuk dukungan BI untuk penyerapan perkiraan publik guna mendorong pemulihan ekonomi dari pandemi COVID-19.

Usulan DPR untuk merevisi UU BI dan memberlakukan kembali sanksi sosial skala besar (PSBB) di Jakarta untuk mengekang virus tersebut telah menghilangkan sekitar 1,6% nilai tukar rupee terhadap dolar AS mulai akhir Juli. Rupee menguat 0,02% menjadi 14.840 per dolar AS tak lama setelah pengumuman bank sentral.

BI akan terus memperkuat kebijakan stabilisasi nilai tukar rupee sejalan dengan fundamental dan kelancaran fungsi pasar melalui operasi moneter dan ketersediaan likuiditas.

Usulan DPR mencakup perubahan signifikan pada UU BI 1999, termasuk mengamanatkan bank sentral untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja serta menjaga stabilitas rupee. RUU tersebut juga mengusulkan pembentukan dewan moneter, yang diketuai oleh menteri keuangan, untuk mengkoordinasikan kebijakan pemerintah dan bank sentral, yang menimbulkan kekhawatiran tentang independensi BI.

Perry menyuarakan ucapan Presiden Joko “Jokowi” Widodo dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati bahwa bank sentral tetap berwibawa, efektif, dan independen.

BI telah menurunkan suku bunga kebijakannya empat kali tahun ini sebesar 1%, menurunkan rasio cadangan yang diperlukan, melonggarkan aturan peminjaman dan membeli obligasi pemerintah di pasar-pasar utama untuk mendukung ekonomi selama wabah virus korona. .

Bank sentral akan memperpanjang GWM sebesar 50 basis poin hingga Juni tahun depan bagi bank-bank yang memberikan pinjaman kepada usaha mikro, kecil dan menengah dan perusahaan yang berorientasi ekspor, antara lain setelah kebijakan yang ditetapkan sebelumnya berakhir akhir tahun ini, kata Perry.

Bank sentral membeli obligasi pemerintah senilai 99 triliun rupiah (US $ 6,63 miliar) melalui penempatan swasta dan juga membeli obligasi pemerintah senilai Rp 44,38 triliun melalui pasar-pasar utama sebagai bagian dari skema distribusi ekuitasnya. membebani pemerintah. Ia juga membeli Rp 48,03 triliun melalui pasar-pasar utama, penempatan swasta dan opsi-opsi sepatu roda untuk membantu membiayai defisit fiskal.

Pemerintah mencari bantuan bank sentral untuk membiayai defisit fiskal dan mendukung beban utang melalui skema pembagian beban $ 40 miliar, yang akan membuat bank sentral membeli setidaknya $ 28 miliar. Pemerintah telah mengalokasikan 695,2 triliun rupiah sebagai stimulus untuk menyelamatkan ekonomi yang terguncang oleh epidemi virus korona, memperbesar defisit anggaran menjadi 6,34% dari PDB untuk berkontribusi pada pengeluaran pemerintah yang lebih tinggi dan pendapatan nasional yang lebih rendah karena perlambatan kegiatan ekonomi.

Perekonomian Indonesia diperkirakan akan mengalami resesi pada kuartal ketiga tahun ini setelah turun 5,32% pada tahun kedua, dengan pemerintah memperkirakan ekonomi akan turun setidaknya 1,1% tahun ini. tahun atau hanya akan meningkat hanya 0,2%. Bank sentral memutuskan untuk tidak mengomentari perkiraan PDB tahun ini, tetapi mengatakan ekonomi dapat tumbuh 4,8 hingga 5,8% tahun depan.

Risiko kontraksi ekonomi yang lebih dalam, ditambah dengan prospek penyebaran virus yang berkepanjangan di Indonesia, telah mendorong pasar menjadi lebih tidak stabil dari sebelumnya dan dapat membahayakan stabilitas rupee, kata ekonom tersebut. Universitas Indonesia Teuku Riefky.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *