Tentang Filosofi dan Dampak Besarnya untuk Mengubah Everton

Diantara dua ofisial Everton, Bill Kenwright (head) dan Farhad Moshiri (owner), Carlo Ancelotti langsung memantau aksi timnya saat bermain imbang tanpa gol melawan Arsenal (21/12). Dikutip dari CloverQQ pelatih asal Italia itu secara resmi menjadi kapten Everton sebelum Richarlison dan rekan satu timnya bertemu The Gunners. Namun, saat lawan tak langsung meminta Mikel Arteta berada di luar, Ancelotti menghabiskan hari pertamanya di Goodison Park dari TKP.

Usai pertandingan, Kenwright mengatakan Ancelotti sudah menikmati hidup sebagai bagian dari Everton, meski hanya dari gudang. “Everton adalah klub panas. Anda pasti tidak akan bisa menahan panas,” kata presiden Everton kepada Echo Liverpool. Duncan Ferguson, yang berperan sebagai kapten The Toffees setelah kepergian Marco Silva, mengatakan hal yang sama tentang Ancelotti.

Kehadiran Ancelotti jelas menjadi kebanggaan tim seperti Everton. The Toffees mungkin memiliki sejarah panjang dalam sepak bola Inggris. Saya salah satu dari 12 pendiri liga sepak bola profesional Inggris. Everton tidak pernah merasa terdegradasi sejak memasuki era Premier League dan juga rajin memperkenalkan talenta sekelasnya seperti Wayne Rooney, David Johnson dan Joe Royle.

Namun, setelah menyelesaikan musim 2013/2014 di posisi kelima klasemen, Everton mengalami perubahan. Mereka tampaknya kehilangan tombak mereka. Everton bukan lagi tim yang bisa menghancurkan peta kompetisi Liga Inggris. Bahkan di luar 10 besar kejuaraan selama dua musim berturut-turut (2014-2016). Di saat-saat sulit, Kenwright menjual sebagian besar klub ke Moshiri. Seperti pemilik klub lainnya, Moshiri ingin mengubah Everton menjadi kekuatan di sepakbola Inggris. “Saya tidak akan membiarkan klub ini menjadi museum,” kata Moshiri.

Moshiri kemudian menggelontorkan sejumlah besar uang ke Everton untuk mendatangkan talenta terkenal Theo Walcott, Gylfi Sigurdsson, untuk membawa Rooney kembali ke Goodison Park. Ronald Koeman yang berhasil memberikan tiket Liga Europa ke Southampton juga diangkut dari St. Mary’s untuk menjadi kapten tim. Meski begitu, saya tidak pernah membayangkan Everton bisa mendapatkan jasa Ancelotti.

Koeman jelas merupakan pelatih kelas. Dia memenangkan Eredivisie bersama Ajax Amsterdam dan PSV Eindhoven dan memimpin Southampton ke kompetisi klub Eropa untuk pertama kalinya sejak 2003/2004. Koeman dikabarkan akan menggantikan Pep Guardiola di FC Barcelona.

Ancelotti, di sisi lain, berada di level lain. Dia adalah pemilik tiga gelar Liga Champions, memenangkan kejuaraan di tiga negara berbeda, hingga dua kali terpilih sebagai manajer terbaik di dunia. Pada 2019, hanya Jose Mourinho yang menerima lebih banyak penghargaan daripada Ancelotti (4).

Hanya 11 hari sebelum secara resmi diumumkan oleh Everton, Ancelotti baru saja kehilangan pekerjaannya di Napoli. Meski hanya kalah tiga dari 20 pertandingan yang dimainkan pada 2019/2020, presiden Napoli Aurelio De Laurentiis tetap memutuskan timnya membutuhkan kesegaran. Gennaro Gattuso dipilih untuk menggantikan Ancelotti di San Paolo.

Oleh karena itu, jelas bahwa banyak tim melihat layanan Ancelotti. Arsenal, Manchester United dan Bayern Munich dikaitkan dengan pria kelahiran 10 Juni 1959. The Gunners adalah yang paling cocok. Paddy Power yakin ada peluang lebih besar 54,64% Ancelotti mendarat di London Utara. Everton juga diperhitungkan, namun berdasarkan kalkulasi sumber yang sama, probabilitas pendaratan Ancelotti dei Toffees hanya 32,26%.

Sontak Ancelotti memilih Goodison Park sebagai pelabuhan berikutnya, sementara Arsenal kembali ke gawang lamanya, mantan pemain Everton Mikel Arteta. “Saya sangat senang bisa kembali ke Liga Inggris dan bergabung dengan klub yang penuh sejarah seperti Everton. Terima kasih telah mempercayai saya,” tulis Ancelotti di jejaring sosialnya.

Bahkan sepanjang sejarah Everton, rival sekota Liverpool tidak cocok untuk dipertahankan Ancelotti. Sepanjang karirnya sebagai pelatih kepala, Don Carlo atau yang akrab disapa Ancelotti selalu berada di tim matematika di Eropa. Parma dibela oleh Hristo Stoichkov, Nestor Sensini, Filippo Inzaghi, Gianfranco Zola, Fabio Cannavaro dan pemain kelas dunia lainnya.

Everton mungkin memiliki banyak sejarah, tetapi sebelum menyerahkan tim kepada Marco Silva – pimpinan Ancelotti di Goodison Park – mereka masih menunjuk Sam Allardyce untuk mengelola tim. Sang kapten, yang sering disebut dengan dinosaurus kuno, cocok dengan klub yang perlahan menjadi museum. Memang, foto museum adalah hal istimewa yang dihindari Moshiri saat ia mengambil alih Everton.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *