Batik Bogor Tradisiku Hingga Lahirnya Batik Bogor yang Mendunia

Sebagai salah satu warisan budaya yang ditetapkan UNESCO, batik tidak hanya merupakan kain bermotif, tetapi memiliki makna dan filosofi yang berbeda. Motif batik Indonesia sangat beragam, setiap daerah memiliki ciri khas tersendiri. Beberapa motif batik yang terkenal dan digemari oleh wisatawan lokal maupun mancanegara antara lain Batik Mega Mendung, Batik Dolly, Batik Loreng Ondel-ondel, Batik Palembang, Batik Tabir hingga Batik Gamolan.

Tak kalah menarik dengan model batik dari kabupaten lain, Bogor juga mempunyai motif batik khas yang terkenal yaitu Kujang Kijang. Unsur Kujang dan Kijang mengacu pada ikon kota yang terkenal, dimana alat pemotongnya merupakan senjata tradisional sunda sekaligus lambang kota bogor dan rusa merupakan hewan yang banyak ditemukan di istana bogor. Selain motif kujang rusa, ada motif lain yang kental dengan nuansa kota hujan, seperti motif gerimis, jenazah, kebun raya, keraton bogor. Motif ini merupakan rangkaian kreasi desain batik yang diproduksi oleh rumah batik Batik Tradisiku Bogor.

Motif ini berasal dari kreasi seorang seniman batik asal Yogyakarta, Siswaya (59), yang dilatarbelakangi oleh gempa bumi besar di Yogyakarta tahun 2006 yang turut menghancurkan berbagai industri batik di sana. Siswaya kemudian membawa lima perajin batik yang terkena musibah dan kehilangan mata pencaharian ke Bogor. Atas dasar kecintaannya pada Bogor, Siswaya dan lima pengrajinnya mulai merencanakan proyek batik untuk Kota Bogor di rumah batiknya.

Awalnya motif yang dibuat masih Jawa, bahkan bingung karena tidak menemukan motif yang cocok untuk Kota Hujan. Siswaya pun memutuskan untuk berkumpul kembali dengan seniman, budayawan, dan tokoh masyarakat di Bogor. Berbagai motif selama Bogor mengemuka dari pertemuan tersebut. Dimana motif Kujang Kijang dan motif Hujan Hujan menjadi motif yang paling banyak dicari oleh wisatawan. Di rumah produksi dan bengkel, semua proses produksi batik sudah selesai. Mulailah dengan kanvas bermotif sederhana, coba, gambar, warna, jahit hingga pajangan.

Jenis produk batik yang dihasilkan terdiri dari batik tulis, batik cap, batik kombinasi, kain print (kain bermotif batik), batik pada kain, kulit, kayu, kerajinan tangan dan aksesoris. Uniknya, meski ada jenis batik cap dan batik cap, setiap motif diproduksi hanya dalam satu jenis, sehingga motif yang dibuat tidak akan sama. Harga juga bervariasi sesuai dengan jenis kain, teknik, kesulitan desain dan jenis pewarna yang digunakan, mulai dari Rp 250.000 hingga Rp 7.000.000. Harga tertinggi untuk kain batik tulis dengan motif botanical garden menggunakan pewarna alami.

Tidak hanya kain atau pakaian saja, rumah batik ini juga memproduksi berbagai jenis batik seperti guci, teko, cangkir, sarung, sandal, guci, pot bunga, tas, sepatu dan helm dengan motif batik. Semua produk yang dipamerkan merupakan “hasil penemuan” dengan memaksimalkan bahan yang digunakan sehingga tidak ada yang tersisa. Sebab, rumah produksi batik ini telah mendapatkan beberapa penghargaan. Diantaranya Penghargaan Promosi Produk Walikota Bogor, Produk Inovasi Gubernur Jawa Barat, Penghargaan Industri Hijau dan Kelompok Pengendalian Mutu dari Kementerian Perindustrian.

Karyanya menjadi terkenal dan disahkan oleh Pemerintah Kota Bogor, tepatnya oleh Dewan Nasional Kerajinan Daerah (Deskranasda), menjadikan batik Bogor ini menjadi seragam khusus Dekranasda. Tak lama kemudian, karyanya diresmikan dan dipatenkan oleh Walikota Bogor pada HUT ke-527 Bogor. Sejak kedatangan wisatawan, undangan untuk mempromosikan batik Bogor di Jepang pun sudah dimulai. Batik Siswaya berkesempatan untuk mewakili Indonesia dalam pameran di Tokyo, fashion show di Fukuoka dan selama setahun berkolaborasi dengan berbagai industri fashion Jepang.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *