Inilah 4 Sifat Yang harus dimiliki Pemimpin dalam Islam

Dalam buku referensi terbaik yang membahas detail mengenai Islam. Islam adalah agama yang sempurna, lengkap dalam segala hal, Islam mengatur segalanya, termasuk kepemimpinan. Kepemimpinan Islam dibentuk oleh Rasulullah sendiri dan bahkan dicontohkan oleh para khalifah selanjutnya yaitu Abu Bakar As-Shiddiq, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, dan Ali bin Abi Tholib. Semua manusia pada dasarnya adalah pemimpin yang akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya, baik di tingkat tertinggi maupun terendah. kita bisa melihatnya di hadits.

Hadits diriwayatkan oleh Ibnu Umar Radhiyallahu’anhu:

Dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wassalam yang bersabda: Tahukah Anda! Anda masing-masing adalah seorang pemimpin dan Anda masing-masing akan bertanggung jawab atas apa yang Anda pimpin. Seorang raja yang memimpin rakyat adalah seorang pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban kepada orang-orang yang dipimpinnya. Seorang suami adalah kepala keluarganya dan akan bertanggung jawab atas mereka.

Seorang istri juga adalah kepala keluarga serta anak-anak suaminya dan akan dimintai pertanggungjawaban kepada orang-orang yang dipimpinnya. Seorang hamba juga merupakan kepala dari harta tuannya dan akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang dibimbingnya. Ingat! Anda masing-masing adalah seorang pemimpin dan Anda masing-masing akan bertanggung jawab atas apa yang Anda pimpin

Untuk menjadi seorang pemimpin kita harus mencontoh dan menerapkan fitrah Nabi dimana Allah menganugerahi empat sifat utama yaitu:

1. Sidiq / jujur

Kejujuran adalah perilaku positif yang ketika kita mengatakan dan melakukan sesuatu, keduanya terus menerus berlangsung. Tidak melakukan kecurangan juga merupakan bentuk kejujuran. Sejujurnya ini membuat kami dapat dipercaya. Kejujuran adalah syarat utama bagi para pemimpin. Nabi Muhammad SAW dicirikan oleh shadiqul amin (jujur ​​dan dapat dipercaya), dan sifat ini diketahui oleh Quraisy sebelum dia diutus sebagai utusan.

2. Terpercaya

Keyakinan berasal dari kata amuna yang artinya tidak meniru, percaya, jujur ​​atau dapat dipercaya. Semuanya dipercayakan kepada pribadi yang lembut, baik haknya, hak orang lain, maupun hak Allah SWT. Keyakinan adalah kualitas wajib yang harus dimiliki seorang pemimpin. Memiliki sifat amanah, pemimpin akan senantiasa menjaga kepercayaan masyarakat yang selama ini dipikulnya. Kepercayaan masyarakat adalah memberikan segala jenis usaha kepada para pemimpin untuk dikelola dengan baik dan untuk kebaikan bersama.

3. Tabligh / komunikatif

Tablig juga bisa disebut bertanggung jawab atau terbuka untuk evaluasi. Akuntabilitas dikaitkan dengan sikap keterbukaan (transparansi) terkait cara kita mengambil tanggung jawab atas sesuatu di depan orang lain. Oleh karena itu, akuntabilitas merupakan bagian penting dari kredibilitas. Semakin baik dan lebih bertanggung jawab kita, semakin besar kredibilitas tabungan berkat kepercayaan orang lain pada kita. Pemimpin harus terbuka kepada orang-orangnya, sehingga mereka mendapatkan simpati dan cinta. Keterbukaan pemimpin kepada rakyat akan memberikan rasa kedekatan antara pemimpin dengan rakyat yang sering dimintai pendapat oleh Nabi SAW dan para sahabatnya.

4. Fathonah / pintar

Fathonah itu intelektual atau dengan kata lain cerdas atau bijak. Seorang pemimpin harus memiliki kecerdasan di atas rata-rata untuk perusahaannya. Seorang pemimpin yang cerdas dapat menyelesaikan berbagai masalah di tengah-tengah masyarakat dan tidak akan membiarkan masalah berlanjut dalam waktu yang lama, karena ia selalu mengemban tanggung jawabnya sebagai seorang pemimpin.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *