Harmoni Batik Solo, Antara Pria dan Wanita

Ada sesuatu yang menarik di industri batik Solo. Di dua tempat yang dikenal sebagai pusat batik Kauman dan Laweyan, tampaknya industri ini adalah bentuk pembagian kerja antara pria dan wanita. Wanita pembatik itu duduk menorehkan corak batik dengan kesabaran. Sementara, pria sibuk dengan proses lain, seperti membuat malam, merendam malam dan melorotkan malam dengan cara diberi air dan menginjak-injak agar malamnya hilang.” Saud Effendi kata seorang seniman Batik dari Desa Batik Laweyan. Industri ini juga besar dalam keluarga. Secara umum, toko batik di Solo adalah upaya turun temurun. Seorang pengusaha dari daerah Kauman, Gunawan Setiawan, mengaku mewarisi bisnisnya dari orang tuanya.

Kasing batik ini dimulai oleh leluhur saya. Kami hanya perlu mengatur. Ayah saya adalah pencinta batik. Dia bisa bekerja sampai jam 6 malam. 02.00 dan bahkan pukul 3.00 untuk membuat motif batik solo. Bangun jam 8:00 pagi dan lakukan lagi. Ibuku bertanggung jawab mengatur para produsen batik yang pulang setiap pagi. Sedemikian rupa sehingga mereka harus antri sampai gerbang Kauman berada di sisi jalan. Gunawan menceritakan kisahnya, pembuat batik dan akan pulang dengan kain yang siap di malam hari, termasuk beras, durian dan sebagainya. “Persahabatan yang hangat,” kenang Gunawan di sore hari.

Kita harus mempertahankan basis budaya ini. Konsep dan teknologinya bisa dari Barat, tetapi wajah harus tetap di timur dan presentasi harus internasional. Padupadankan sebagai kebanggaan. Batik Solo dikenal sebagai coklat tua. Tetapi semangat baru itu tidak benar. Materi warisan Oemilij di Solo, Siti Sundari, melakukannya. Wanita sering meminta produk batik Batik untuk dipertahankan dengan warna-warna cerah seperti pirus, merah muda atau coklat muda. Bagian dari batik yang dibuat oleh Siti digunakan oleh Edward Hutabarat untuk koleksi musim semi / musim panasnya tahun ini,

Yang juga menjadi lebih modern adalah teknik merawat batik solo. Bahan batik malam adalah favorit pabrik dan rayap. Batik karenanya harus dicuci. Berita baiknya, sekarang Anda tidak perlu khawatir menggunakan lerak, karena ada agen pembersih khusus yang dijamin tidak merusak kain. “Ingatlah bagaimana menyimpannya, kata Edward. Jangan melipat terlalu kecil karena kainnya bisa pecah, cukup lipat menjadi empat bagian besar, hindari kapur barus, gunakan biji lada putih untuk menangkal pabrik.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *