Komentar ini tentang tuduhan Haram terhadap minyak kulit

Hasil gambar untuk minyak kutus kutus

Di balik popularitasnya yang semakin meningkat, minyak sari buah tidak bisa dilepaskan dari dugaan “kemiringan”. Selain asumsi bahwa proses pembuatannya melibatkan periode ajaib, itu juga masalah status halal atau status minyak tidak sah dari Bali.

Menanggapi keraguan ini, PT Tamba Waras, yang memproduksi minyak mentimun, menegaskan bahwa mereka menerima sertifikasi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan MUI (Majelis Ulama Indonesia).

“Ketentuan halal dan ilegal diatur oleh MUI Institute tertinggi yang dapat kita peroleh (sertifikat Halal).” Menurut lembaga resmi di Indonesia, kami memiliki sertifikat MUI untuk halal, bukan untuk tidak sah. ” Pranoto ketika dia baru saja ditemukan di kantornya di Kabupaten Gianyar, Bali.

Untuk detikHealth, pria yang dikenal sebagai Pranoto mengatakan Cutus Oil menerima sertifikasi halal dari MUI beberapa tahun yang lalu. Minyak Kutus juga terdaftar di BPOM dengan nomor persetujuan distribusi POM TR173610021.

“Ada juga BPOM, jadi orang tidak bisa menjual jika tidak ada surat BPOM dan MUI,” tambahnya.

Dulu dikatakan bahwa minyak mentimun juga menggunakan mantra dalam proses produksi. Banyak orang percaya bahwa minyak sari buah memiliki kekuatan magis, sehingga dapat menyembuhkan banyak penyakit.

“Kutikula tidak seperti itu, sebaliknya, aku terlihat seperti seorang dukun, jadi aku pikir dia menggunakan mantra jika tidak. Orang-orang dapat bertemu denganku dan melihat apakah mereka layak menjadi jimat.” dia melanjutkan.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *